Selasa, 05 Mei 2009

LDII LAMPUNG WAKAF AL QURAN PADA ACARA MTQ LAMPUNG



GUBERNUR Lampung Syamsurya Ryacudu membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-37 tingkat Provinsi di Kompleks Islamic Centre, Blambangan Umpu, Way Kanan, Sabtu (2-5) malam. MTQ yang digelar hingga tanggal 9 Mei 2009 itu diikuti 855 peserta dari 11 kafilah kabupaten/kota se-Lampung.

Dalam sambutannya saat membuka acara itu, Gubernur mengatakan MTQ merupakan salah satu kegiatan penting dalam pembangunan di bidang agama. Sekaligus sebagai wadah silaturahmi kaum muslimin dari berbagai daerah dalam rangka ukhuwah islamiah. "Selain mencari bibit qari dan qariah terbaik untuk dikirim ke tingkat nasional, MTQ juga harus dapat menjadi tempat mempererat tali silaturhami di antara kaum muslimin di Lampung," kata Gubernur.

Pembukaannya dimulai dengan pawai taaruf peserta MTQ mengelilingi Kota Blambangan Umpu pada siang harinya. Pada pembukaan itu Gubernur secara simbolis menyerahkan wakaf kitab Alquran kepada sejumlah sekolah dan lembaga pendidikan agama. Dalam kesempatan ini, LDII Lampung merupakan satu-satunya ormas yang turut andil dalam penyerahan wakaf tersebut, dengan menyerahkan sebanyak 240 eksemplar kiab Al Quran. Selebihnya wakaf kitab Al Quran merupakan wakaf dari Pemerintah Provinsi dan seluruh Kabupaten/kota se provinsi Lampung.

Senin, 20 April 2009

LDII LAMPUNG KERJASAMA DENGAN LPTQ DALAM TUTOR AL QURAN


Pemerintah Provinsi Lampung menggagas program Alquran Masuk Sekolah (AMS). Melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) setempat, Pemprov dengan mengajak lima organisasi massa (ormas) Islam akan memberi bimbingan belajar Alquran di sekolah formal tingkat SMP.

Wujud dari program itu, Rabu (15-4), digelar penandatanganan nota kesepakatan bersama di ruang rapat utama kantor gubernur.

Ketua LPTQ Husodo Hadi dan lima ketua ormas itu menandatanganinya dengan diketahui Gubernur Lampung Syamsurya Ryacudu. Lima ormas Islam itu adalah Matla'ul Anwar, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Wanita Islam, Tarbiyatul Islamiyah, dan Gerakan Usaha Pembaruan Pendidikan Islam (GUPPI).

Dalam nota kesepakatan itu lima ketua ormas akan melaksanakan bimbingan pembelajaran baca tulis huruf Alquran di sekolah. Sementara Pemprov akan memfasilitasi pelaksanaan bimbingan itu sekaligus memberi bantuan dananya.

Gubernur Syamsurya Ryacudu mengaku sangat mendukung upaya itu. Sebab program itu sebagai salah satu pengembangan mental dan spiritual masyarakat.

"Pengembangan spiritual itu memang mestinya dilakukan sejak dini," kata Gubernur. Apalagi program itu juga sebagai dukungan untuk revitalisasi LPTQ Lampung menghadapi event-event tilawatil Quran.

Dengan demikian, kata Gubernur, diharapkan akan semakin banyak muncul bibit-bibit baru qari, qariah, hafiz dan hafizah Alquran. "Ada banyak keuntungan dari hal ini, selain meningkatkan prestasi daerah dalam event tilawatil Quran. Juga sebagai dukungan pembangunan daerah sektor mental dan spiritual."

Ketua LPTQ Lampung Husodo Hadi mengatakan ada empat misi yang terkandung dalam visi mereka untuk menciptakan kehidupan qurani masyarakat Lampung. Di antaranya dengan membudayakan baca Alquran, peningkatan pengetahuan dan pemahaman Alquran. Selain itu untuk meningkatkan prestasi qari-qariah dan dewan hakim pada event provinsi serta nasional.

Kemudian Husodo menjelaskan program Alquran Masuk Sekolah itu akan dimulai 2010. Sistemnya menggunakan waktu belajar di sekolah formal pada pagi hari dan malamnya di LPTQ selama satu tahun.

"Pascapembinaan, seluruh qari-qariah akan menjadi aset daerahnya masing-masing dan jadi tutor baca Alquran di sekolahnya. Begitu seterusnya, sampai merata seluruh siswa yang beragama Islam menguasai dan memahami baca Alquran," ujarnya.